Antara Cinta dan Waktu

Diposting oleh sikret_etmayer | 12.27

Alkisah di sebuah pulau kecil tinggallah berbagai
macam benda abstrak, ada cinta, ada gembira,
ada kesedihan, kekayaan, dan lain sebagainya.

Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, badai besar datang dan
menghempas pulau kecil itu. Air laut tiba-tiba
naik dan akan menenggelamkan pulau kecil itu.


Semua penghuni pulau
cepat2 berusaha menyelamatkan diri. Cinta
sangat kebingungan, sebab ia tak
dapat berenang dan tidak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik dan membasahi
kaki cinta.

Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan
sedang mengayuh perahu.
Kekayaan, kekayaan, tolong aku ! teriak
cinta. Aduh, maaf cinta, kata
kekayaan Perahuku telah penuh dengan harta
bendaku. Aku tak dapat
membawamu serta, karena nanti perahuku
tenggelam. Lagipula tak ada lagi
tempat bagimu di perahu ini. Lalu kekayaan
cepat2 mengayuh perahunyapergi.

Cinta sedih sekali karena ditinggalkan begitu saja oleh kekayaan.
Tak berapa lama kemudian lewatlah kegembiraan
dengan perahunya. Kegembiraan, tolong aku ! teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu senang
karena berhasil menemukan perahu, sehingga ia
tidak mendengar teriakan cinta. Air makin tinggi membasahi cinta
sampai ke pinggang, dan cinta panik.

Bersamaan dengan itu lewatlah
kecantikan. Kecantikan, bawalah aku
bersamamu, kata cinta. Wah cinta, kamu basah
dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut.
Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini kata kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya.
Saat itu juga lewat kesedihan.
Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu, kata cinta.
Maaf cinta, aku sedangsedih dan aku ingin sendirian saja.
jawab kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik
dan akan menenggelamkannya.

Pada saat keadaan kritis itulah tiba2 terdengar suara
Cinta, mari cepat naik ke perahuku !.
Cinta menoleh dan melihat seorang tua
dengan perahunya. Cepat2 cinta naik ke perahu
itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat orang itu menurunkan cinta, dan
segera pergi lagi.

Pada saat itulah cinta sadar bahwa ia tidak tahu sama sekali
siapa orang tua yang telah menyelamatkannya.
Cinta segera menanyakannya
kepada penduduk di pulau itu.
Oh orang tua tadi ?
Dia adalah waktu, jawab para penduduk.
Tapi mengapa ia menyelamatkanaku,
bukankah dia tidak mengenal aku, dan aku tidak mengenal dia.
Bahkan teman2ku yang mengenal
akupun tidak mau menyelamatkan aku, tanya cinta dengan keheranan.

Sebab, kata orang itu HANYA WAKTULAH
YANG TAHU BERAPA NILAI
SESUNGGUHNYA DARI SEBUAH CINTA

Alkisah di sebuah pulau kecil tinggallah berbagai
macam benda abstrak, ada cinta, ada gembira,
ada kesedihan, kekayaan, dan lain sebagainya.

Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, badai besar datang dan
menghempas pulau kecil itu. Air laut tiba-tiba
naik dan akan menenggelamkan pulau kecil itu.


Semua penghuni pulau
cepat2 berusaha menyelamatkan diri. Cinta
sangat kebingungan, sebab ia tak
dapat berenang dan tidak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik dan membasahi
kaki cinta.

Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan
sedang mengayuh perahu.
Kekayaan, kekayaan, tolong aku ! teriak
cinta. Aduh, maaf cinta, kata
kekayaan Perahuku telah penuh dengan harta
bendaku. Aku tak dapat
membawamu serta, karena nanti perahuku
tenggelam. Lagipula tak ada lagi
tempat bagimu di perahu ini. Lalu kekayaan
cepat2 mengayuh perahunyapergi.

Cinta sedih sekali karena ditinggalkan begitu saja oleh kekayaan.
Tak berapa lama kemudian lewatlah kegembiraan
dengan perahunya. Kegembiraan, tolong aku ! teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu senang
karena berhasil menemukan perahu, sehingga ia
tidak mendengar teriakan cinta. Air makin tinggi membasahi cinta
sampai ke pinggang, dan cinta panik.

Bersamaan dengan itu lewatlah
kecantikan. Kecantikan, bawalah aku
bersamamu, kata cinta. Wah cinta, kamu basah
dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut.
Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini kata kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya.
Saat itu juga lewat kesedihan.
Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu, kata cinta.
Maaf cinta, aku sedangsedih dan aku ingin sendirian saja.
jawab kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik
dan akan menenggelamkannya.

Pada saat keadaan kritis itulah tiba2 terdengar suara
Cinta, mari cepat naik ke perahuku !.
Cinta menoleh dan melihat seorang tua
dengan perahunya. Cepat2 cinta naik ke perahu
itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat orang itu menurunkan cinta, dan
segera pergi lagi.

Pada saat itulah cinta sadar bahwa ia tidak tahu sama sekali
siapa orang tua yang telah menyelamatkannya.
Cinta segera menanyakannya
kepada penduduk di pulau itu.
Oh orang tua tadi ?
Dia adalah waktu, jawab para penduduk.
Tapi mengapa ia menyelamatkanaku,
bukankah dia tidak mengenal aku, dan aku tidak mengenal dia.
Bahkan teman2ku yang mengenal
akupun tidak mau menyelamatkan aku, tanya cinta dengan keheranan.

Sebab, kata orang itu HANYA WAKTULAH
YANG TAHU BERAPA NILAI
SESUNGGUHNYA DARI SEBUAH CINTA

0 komentar